Rinduku seperti habuk yang diterbangkan angin
dari ciuman puntung puntung rokok yang dingin
dan engkau adalah pahit nikotin
terhembus dari padam cinta kelmarin.
Showing posts with label kokain. Show all posts
Showing posts with label kokain. Show all posts
23.9.14
10.6.14
I'm Your Addict, Baby
Sebotol Skol memang pahit, baby
berkali kuteguk buih berduri
tapi takseperit mereguk engkau
bisa yang meluluhlantakkan hati
like, literally.
Segulung ganja takjadikan aku stoner, baby
tapi since asapnya asyik menjelma muka kau
yang non-stop laughing at me
aku fikir lebih baik hisap kretek
dihinggap kanser
lalu mati.
Setiub batu made in Kampung Baru, baby
ku seru Ali bawa api
berkalih kaca kuhirup nafasmu
aku takhidup tapi aku takmati
I just feel like a zombie.
Sepaket heroin masih murah, baby
kalau tumpah pun aku takpeduli
yang mahal itu melupakanmu
aku butuh sepuluh paket lagi
biar O.D.
4
komen
Share to XShare to Facebook
berkali kuteguk buih berduri
tapi takseperit mereguk engkau
bisa yang meluluhlantakkan hati
like, literally.
Segulung ganja takjadikan aku stoner, baby
tapi since asapnya asyik menjelma muka kau
yang non-stop laughing at me
aku fikir lebih baik hisap kretek
dihinggap kanser
lalu mati.
Setiub batu made in Kampung Baru, baby
ku seru Ali bawa api
berkalih kaca kuhirup nafasmu
aku takhidup tapi aku takmati
I just feel like a zombie.
Sepaket heroin masih murah, baby
kalau tumpah pun aku takpeduli
yang mahal itu melupakanmu
aku butuh sepuluh paket lagi
biar O.D.
20.12.10
Debu Durjana
Dari debu debu durjana
pada hangat besi dipanggang liuk api syaitan
meluwapkan dengus nafas jahannam
yang kau panggil syurga
Dari debu debu yang sama
di hujung jarum pinjaman iblis
torniket keratan batik jawa
ketar jarimu menggenggam celaka
Dari debu debu yang membahana
tersisa di hujung penjuru meja kaca
lima puluh dalil yang tinggal kini hanya selusuhan sekarat
dua puluh enam gulung nikmat di hujung hujung hayat
Dari debu debu itulah jua
Sebentar ia menjauh sedetik kau mengaduh
Tersandar seluruh perit tak tertelan segala sakit
Hidupmu sekadar senafas serupa mayat menunggu lahad
Laungkan selamat pada tibi-!
ucapkan sejahtera pada HIV-!
dari debu debu yang kau hirup dulu
kuman celaka yang kau dapat kini-!
Wahai, lama ini kau pun diam
telah datang khabar duka dari pantai yang bercahaya
bulan lalu padam
ombak perlahan jadi surut
di dasar laut selatan China itu ada pusara
Dari jauh emak takhenti mengirim luluh dan air mata
ayah taksudah menggeleng hiba
dan dari aku untuk kau hanya ratiban sepotong doa;
"tuhan ampuni dia, abangku sayang abangku sayang..."
puisi serupa :
bulan,
dadah,
debu durjana,
hiv,
kokain,
kuman celaka,
nafas jahannam,
syurga,
tibi,
torniket
Subscribe to:
Posts (Atom)