Showing posts with label jiwa. Show all posts
Showing posts with label jiwa. Show all posts

20.1.11

kamu adalah aku

: Kepada JM

Harum basah peluhmu adalah likat merah darahku,
Desah hangat nafasmu adalah degup denyut nadiku,
Kasar telapak tanganmu adalah hangat selimut tidurku,
Redup renung matamu adalah nian penerang malamku,

Sesungguhnya, seluruh hidupmu adalah tujuanku,
Jika mati kamu, maka punah jua lah aku-!
2 komen

14.10.10

arca rindu di gudang mimpi




berhari-hari ku ukir rindu
dari helai-helai kenangan kita
yang tersudut lelah di gudang mimpi
sambil menanti dengan sabar dan percaya
pada saat bertuah itu
saat kau mungkin terjaga

tataplah ia
dan benarkan ke hatimu
bahawa arca rindu ini
telah terkalung sejumlah kata-kata jujur
fragmen puisi murah berhias frasa cinta
ku pahatkan saat bulan menari angin menyanyi

sehingga waktu itu
bila kau benar-benar terjaga dan yakin mahu
kembaralah ke sini
ke gudang mimpi-mimpiku
dimana ia telah abadi
terpamirkan lewat tingkap-tingkap kaca
di himpunan walang dan sekian gundah jiwaku

saat kau ketemukan
genggamlah ia
dan jangan pernah lepas
kerna sesungguhnya arca itu
dari aku hanya untukmu.
6 komen

31.8.10

mahumu dan harapku

(buat kau yang mungkin mengerti..)


apa lagi yang kau mahu
apa lagi nak ku harap
bila mahumu dulu hanyalah separuh harapku
lantas tinggallah hanya hiba
yang berladung di jendela mata
jatuh jadi titis-titis duka

dalam diam kata-kata
hati telah jadi basah
seputar menanti
harapku kau mahu
namun kembali
kau tetap dengan egomu
seguris aku jadi hampa

ah
lupakan saja cerita dulu
tidaklah lagi ku berharap
tapi andai kau terbaca
saat kata-kata dari perenggan  ini
tahulah
masih tega ku rasa hangatnya
dan ku yakin kau juga begitu.


7 komen

23.7.10

cintakah itu?


aku

kau baja hati dengan kasih dan cumbu
kau siram jiwa dengan pujuk dan rayu
harapan diam tak berteman
siang tertunggu-tunggu
malam berdondang-sayang
mimpiku hilang kau pun terbang!


11 komen

24.6.10

ulangtahun diri


lima belas hari sudah berlalu
separuh purnama sejak dari hari istimewa itu

istimewakah? hanya hari ulangtahun
yang saban tahun biasa-biasa cuma
tanpa ucapan maupun kata-kata indah
tiada keknya atau lilin untuk ku tiup
apatah hadiah dari yang mungkin mengenang aku
hari aku

lalu ku sedar sendiri
siapalah diri untuk meminta yang itu
dan meminta yang ini
sedang diri bagai gelandangan
sekilas pandangan tak terkesan

lalu ku pujuk-pujuk jiwa

bukanku hampa malah jauh pula kecewa
kerna tahun depan mungkin ada
ya,optimis! jika tidak pun tahun seterusnya

namun,dari siapa?

ah tak ku harap
sekadar berangan
dalam pada berdoa sendiri
dalam sunyi menghitung detik-detik mendatang

andai jalan ku masih panjang

"wahai tuhan berkatilah,
di dunia ini,
biarlah aku bagai dilupakan,
ku harap Kau mengingatiku"
0 komen

10.6.10

di bawah pohon kenangan dan tepian sungai yang keruh itu





di tepian sungai yang keruh itu
dalam sabar menanti
bersaksikan pohon kenangan kita
hijau nya telah pun mula pudar dan layu

ku lihat kau makin hanyut
ke muara ampangan yang jauh
yang air nya
sekeruh gelodak jiwaku kini

lelah hanyut kau ke muara tak bernama
meninggalkan aku sendirian
setia di tebing itu
setia mengharap kau ke sisi

namun
saat musim berganti
sungai kekeringan
pohon kenangan makin hilang keteduhan
aku kedinginan
kau tetap tidak kembali


akhir cerita
di bawah pohon kenangan yang sama
yang kini telah gugur daun malahan reput rantingnya
dan dalam penantian yang abadi
takdirnya terkuburlah aku di situ.
2 komen

8.6.10

redup rabiulthani

Damai petang Rabiulthani

Tersimpuh aku di bawah redup kemboja

Lama di keteduhan itu

Perlahan-lahan ku lagukan

Baris-baris syair dari tuhan

Sedingin makna embun subuh itu

Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam

Semilir petang meniupkan harumnya

Bersama-sama harum kemboja

Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh

Untuk yang tercinta

Antara yang sudah

Kutamatkan syair itu

Dalam penantian dan persoalan

Akan bila pula saat untukku?

1 komen

20.4.10

aku si pencarum rindu

dalam diam aku daftar diri
mencarum rindu
dana cinta mu
seluruh hayat premium itu
ku lunasi tanpa jemu
takkan jemu

dan telah ku namakan kau
pewaris kasih ini
walau mungkin kau berpaling
janjiku tetap jitu
sampai waktu tetaplah ia untuk mu

jadi maaf sayang
hanya itu yang aku mampu
hanya kasih
hanya cinta
hanya rindu
2 komen

17.3.10

terang waktu


Terang pagi ini,
dibawah kemilau titik-titik embun kelmarin,
di atas hijau daun,mekar bunga dan berkas2 dahan,

dalam dingin awal januari,
dalam lelah musim berganti,
dalam sabar putaran waktu,
dalam kenangan masa-masa yang dulu,

Ah!pantas amat ia berlalu
tapi aku?
mengapa masih disini?
mengapa masih begitu?
0 komen