8.6.10

redup rabiulthani

Damai petang Rabiulthani

Tersimpuh aku di bawah redup kemboja

Lama di keteduhan itu

Perlahan-lahan ku lagukan

Baris-baris syair dari tuhan

Sedingin makna embun subuh itu

Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam

Semilir petang meniupkan harumnya

Bersama-sama harum kemboja

Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh

Untuk yang tercinta

Antara yang sudah

Kutamatkan syair itu

Dalam penantian dan persoalan

Akan bila pula saat untukku?

1 comment:

Azam Abd Rahman said...

Baik puisi ni. Memberi kesan bila membacanya. Abg tgk lara pun follow blog politik tapi lara tak follow blog abg... tak tau ke? Tak pernah baca ke? BH .....tapi Shhhh!