Showing posts with label tiang lampu. Show all posts
Showing posts with label tiang lampu. Show all posts

17.5.15

Belasungkawa Dompet Ungu

Aku menuliskan ini sebagai eulogi
mengenang dompet yang hilang -
keciciran entah di mana
tak kupunya apa berharga -
cuma kad pengenalan diri (yang kumiliki sejak sepuluh tahun lalu)
dan beberapa kad bank lama -
kuning dan lusuh oleh masa
serta kertas kumal entah apa
yang kuingat resit belanja serta tiket bas sehelai dua -
terselit di antara lipatan yang sobek zipnya
Wang?
pun takkupasti berapa nilainya -
barangkali sehelai not hijau dan biru
mungkin tiga
lain lain tak ada.


Aku takmenangis bahkan takingin pun
kalau terkilan, iya
pertama kali kehilangan seperti ini -
beberapa malamnya aku gelisah, entah dompet itu sejuk ketakutan, lebih lagi parah, menangis ia mau pulang tapi jalan kembali tak ia jumpa
aku perlahan memujuk perasaan sendiri -
dompetku sudah sudah wajar berdikari
aku takmahu ia bergantung padaku lagi (bukan sebaliknya? pun iya juga)
dompet unguku sayang
engkau berjasa
engkau akan sering aku ingat sebagai sesuatu yang paling setia
semoga kita takjumpa lagi.

0 komen

17.9.13

Lamp Post (i)

Kau jalan yang panjang, aku mengendarai nasib.
Yang tak kutahu;
rindu adalah tiang lampu
seberapa batu
listrik lindap dan aku ragu.

0 komen

18.9.12

Apa Khabar, Tiang Lampu?

Selamat petang, tiang lampu.
Di sisi jalan berdebu, engkau tunduk malu malu atau sebenarnya engkau penat?
Wahai, apa mentolmu sihat?
Cahayanya masih cerah atau samar pucat?
Lihat engkau, badanmu berkarat
Semoga cuaca kasihan padamu dan dia redup redup selalu
Aku? Ah, aku masih aja seperti dulu
Makanku tak ada berlebih, sakitku tak ada berkurang
Perit perih binatang terbuang, hitam dan dibenci orang
Tak mengapalah tiang lampu, angin pun sudah menyonsang petang, sekejap lagi matahari hilang
Aku tak bisa berlama lama, ada sampah perlu ku hadam, ada bangkai perlu ku tanam
Dan dengan itu, selamat tinggal tiang lampu
Jagalah diri, aku terbang dulu
Semoga nanti  kita akan bertanya khabar lagi.

1 komen