Showing posts with label tentang cinta. Show all posts
Showing posts with label tentang cinta. Show all posts

14.7.11

cinta dan tragedi


Manusia itu fana, makhluk laut kekal abadi,
Dan terpetiklah sebuah kisah,
Di tebing pantai paling landai,
Ada duyung sedang berhiba,
Mengenang nasibnya yang paling malang,
Antara dia dan pemuda nelayan,
Dia duyung mustahil berkaki,
Pemuda nelayan tak mungkin pula menumbuh insang,
Ketidak-adilan apakah ini tuhan?
Cinta kau karang bersulam tragedi?
Duyung terus menangis,
Airmata jadi lautan,
Dan di kedalaman laut paling jurang,
Makam pemuda nelayan bersemadi,
Ada denyut jantung,
Mendenyutkan nama yang terlarang,
Memanggil duyung pulang.

Tamat.

Published with Blogger-droid v1.7.2
0 komen

4.7.11

berkata benar itu mudah

berhenti menyintaimu serupalah menjerut leher ke tali gantung,
bukan mati yang aku bimbangkan,
melain ajal enggan mengaku saudara,
dan membiar aku tergantung siksa.

berhenti menyintaimu serupalah menghamburkan diri,
dari tebing laut yang paling tinggi,
menjatuh hancur di kedalaman teluk dan karang,
jasadku mustahil dapat dikenal orang. 

berhenti menyintaimu serupalah kiamat kecil,
yang tak pernah difatwa sebarang ulama,
atau tertanda dalam kitab apa jua,
ia khurafat yang paling nyata!
0 komen

10.6.11

si peniup seruling dan lagu sepinya yang abadi

pada tanah yang mengharum manis
benih itu menunggu aku memugarnya
katakan pada awan yang mengapas
turunkan lah sisa sisa hidup
agar benih itu menghirup nafas
tumbuh menjulang menjadi dia

akulah si peniup seruling daun itu
duduk di buai di dahan ku cinta
dan musim pun tak segan berganti
mentari masih disitu
bulan ku kenal kekal setia
tapi dia bukan mereka

lalang lalang  menakluk bumi
dia juga yang kecundangan
bila mati tak lagi memberi erti
yang tinggal kini cuma kenangan

seruling tak henti mengalun tangis
aku pun enggan meniupnya lagi
ku tanam rapat di tanah berkarat
bersama lagu menyisip lahad
  
jauh
jauh
jauh

jadilah dia hanya setunggul benih yang tak menumbuh lagi
dan aku si peniup seruling terus meniup sepi yang abadi


***

ini dibuat nyanyi. nyanyi spontan. di rembang jumaat. jadilah ini. kebenda tah. lara baca balik pun jadi blur.
0 komen

8.6.11

eulogi cinta yang mati

pada saat eulogi itu kau senandungkan,
tentang cinta ini yang mati di tengah jalan,
lalu kita pun terpisahlah oleh sekian jarak,
dan jantungku pun enggan lagi berdetak.
0 komen

9.5.11

Tentang Dia (Antara Gadis, Rudi dan Randu)

Ketahuilah aku si Gadis itu,
Lalu dimanakah kamu Rudi?
Saat Randu cuba menggagahi cintaku,
Kamu ada kemudian pergi,
Celaka apakah ini wahai Tuhan ku?
0 komen

20.1.11

kamu adalah aku

: Kepada JM

Harum basah peluhmu adalah likat merah darahku,
Desah hangat nafasmu adalah degup denyut nadiku,
Kasar telapak tanganmu adalah hangat selimut tidurku,
Redup renung matamu adalah nian penerang malamku,

Sesungguhnya, seluruh hidupmu adalah tujuanku,
Jika mati kamu, maka punah jua lah aku-!
2 komen

13.1.11

Jika Aku Masih Begini, Tetapkah Engkau Kekal Begitu?

(Jika anda mahu mendengar lara membacanya boleh dengar di sini atau sini. Maaf  jika tidak memuaskan hati. Suara lara memang taksedap. Akan lara cuba perbaiki nanti.)


Jika pekat malam tanpa kerdip bintang itu adalah aku,
masih mahukah kau menjadi kelip kelip yang tulus cahayanya?

Jika gersang tanah di telapak kaki mu itu adalah aku, 
masih inginkah kau menumbuhkan tunas tunas kasih di halamannya?

Jika keruh air di muara hayat itu adalah aku, 
masih sudikah kau melayarkan perahu cinta di dadanya?

Jika matiku di hujung dunia terbenamnya lahad itu,
masih tegakah kau mengharumi nisan dengan air yang basah mawarnya?

Jika aku masih aku dan masih begini,
tetapkah engkau masih engkau dan kekal begitu?


Published with Blogger-droid v1.7.4
2 komen

31.8.10

mahumu dan harapku

(buat kau yang mungkin mengerti..)


apa lagi yang kau mahu
apa lagi nak ku harap
bila mahumu dulu hanyalah separuh harapku
lantas tinggallah hanya hiba
yang berladung di jendela mata
jatuh jadi titis-titis duka

dalam diam kata-kata
hati telah jadi basah
seputar menanti
harapku kau mahu
namun kembali
kau tetap dengan egomu
seguris aku jadi hampa

ah
lupakan saja cerita dulu
tidaklah lagi ku berharap
tapi andai kau terbaca
saat kata-kata dari perenggan  ini
tahulah
masih tega ku rasa hangatnya
dan ku yakin kau juga begitu.


7 komen

23.7.10

cintakah itu?


aku

kau baja hati dengan kasih dan cumbu
kau siram jiwa dengan pujuk dan rayu
harapan diam tak berteman
siang tertunggu-tunggu
malam berdondang-sayang
mimpiku hilang kau pun terbang!


11 komen

10.7.10

bulan dan bintang cinta



bulan itu bulan kita
tersipu ia di balik awan kelabu
tak segan pula memalit sinar di hening wajahmu
tatkala kau terleka merenung takdir
pada kerdip bintang-bintang yang jauh
aku di tingkap mimpi
terdengar mereka nyanyi
senandung cinta kita
dan dalam dingin embun malam itu
kita pun terlena
nun di awan
bulan dan bintang sama tersenyum
cahaya mereka selimut kita..
4 komen

10.6.10

di bawah pohon kenangan dan tepian sungai yang keruh itu





di tepian sungai yang keruh itu
dalam sabar menanti
bersaksikan pohon kenangan kita
hijau nya telah pun mula pudar dan layu

ku lihat kau makin hanyut
ke muara ampangan yang jauh
yang air nya
sekeruh gelodak jiwaku kini

lelah hanyut kau ke muara tak bernama
meninggalkan aku sendirian
setia di tebing itu
setia mengharap kau ke sisi

namun
saat musim berganti
sungai kekeringan
pohon kenangan makin hilang keteduhan
aku kedinginan
kau tetap tidak kembali


akhir cerita
di bawah pohon kenangan yang sama
yang kini telah gugur daun malahan reput rantingnya
dan dalam penantian yang abadi
takdirnya terkuburlah aku di situ.
2 komen

8.6.10

redup rabiulthani

Damai petang Rabiulthani

Tersimpuh aku di bawah redup kemboja

Lama di keteduhan itu

Perlahan-lahan ku lagukan

Baris-baris syair dari tuhan

Sedingin makna embun subuh itu

Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam

Semilir petang meniupkan harumnya

Bersama-sama harum kemboja

Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh

Untuk yang tercinta

Antara yang sudah

Kutamatkan syair itu

Dalam penantian dan persoalan

Akan bila pula saat untukku?

1 komen

21.5.10

Adalah Cinta Kita



AKU cabang, kau dedaunan,
sepasang burung hinggap di ranting
itu, tak tahu bahwa teduhnya

adalah Cinta kita

*

Aku lelah angin, kau tabah laut,
pantai yang selalu menunggu itu
tak tahu ombak yang sampai padanya

adalah Cinta kita

*

Aku matahari pagi, kau manis
gerimis, pelangi yang melengkung
itu tak tahu, bahwa warnanya

adalah Cinta kita

*

Aku mata air, kau liku sungai,
air yang mengalir itu tak tahu
bahwa deras arusnya

adalah Cinta kita


*

Aku batang lilin, kau sumbu
api yang menyala padamu itu
tak tahu bahwa terangnya

adalah Cinta kita

*

Aku kukuh akar, kau julang batang,
ranting di cabang itu tak tahu
bahwa bunga yang mekar padanya

adalah Cinta kita

*

Aku bunyi, kau makna, penyair
yang sedang menulis larik-larik itu
teramat tahu bahwa Puisinya

adalah Cinta kita.



4 komen

26.4.10

cinta yang hilang




aku yang tergaduh dalam perit mencari cinta yang hilang
kutemui hanya resah hanya pilu
tatkala cinta berpaling wajah
enggan ia percaya malahan mustahil mahu kembali
hanya kerna aku bukan dia
maka
gelaplah dunia
dan sempurnalah hakikat
bahawanya
cintamu bukan paksaan
sayangmu bukan mainan
hatimu bukan gadaian
akhirnya ku akur
dan tertunduklah diri
hiba dan luka
sendirian.




(buat yang mungkin mengerti...walau sekejap amat ku hargai)

1 komen

20.4.10

aku si pencarum rindu

dalam diam aku daftar diri
mencarum rindu
dana cinta mu
seluruh hayat premium itu
ku lunasi tanpa jemu
takkan jemu

dan telah ku namakan kau
pewaris kasih ini
walau mungkin kau berpaling
janjiku tetap jitu
sampai waktu tetaplah ia untuk mu

jadi maaf sayang
hanya itu yang aku mampu
hanya kasih
hanya cinta
hanya rindu
2 komen

17.3.10

Seutas nada rindu



Seutas kata serangkap nada

kata resah jiwa ini

dalam getar cerita-cerita yang lama

nada yang pasti alunannya

dan dalam bisik sayu malam ini

terungkaplah irama

katakanlah!katakanlah!

bahawa rinduku hanya pada mu

hanya untuk mu

moga kau juga begitu...

0 komen

30.1.10

kau doktorku!

wahai kasih,
aku sakit ni,
mahukah kau jadi doktorku?

kau tahu doktor lain tak mungkin,
kerna sakitku sakit rindu,
sakit rindu pada mu kasih,

please,
aku mau jadi pesakitmu,
oh kasih,
rindu sudah makin parah,
please kasih,
ubatilah aku!
1 komen