Showing posts with label malam. Show all posts
Showing posts with label malam. Show all posts

11.11.11

syaitankan yang bijak atau kitakah yang benak?

rintik hujan perlahan menderap atap
tak tahu yang mana embun dinihari
engkau yang hangat di pelukan
degup jantung terdengar perlahan
memarakkan nafsu yang selalu ada
memanggang dosa sesunyi-sunyinya

matahari lalu mengecup keningku
bukan bibirmu buka mataku
aku melihat tak lagi memandang
pada tubuh yang kotor telanjang
syaitan telah bermain muslihat
kita pula yang jatuh terjerat.

syaitankah yang bijak atau kita yang benak?
0 komen

21.5.11

terang siang itu bukan miliknya

wahai bulan pagi di hujung laman,
cahayamu nyata kenangan,
ayuh, menyerahlah!
ada langit malam jadi muram,
saat kau enggan tenggelam!


Seksyen 3, BMC.

0 komen

8.4.11

malam dan subuh


langit malam ini adalah engkau 
dan aku hanyalah titis titis embun
yang cuba membasuh rindu 
dalam singkat subuhmu yang cemburu. 
0 komen

14.2.11

tentang sunyi dan tentang sepi.


1.Sunyi itu adalah epilog malam cinta berdarah. Sayapnya parah, ditikam curang kekasih tersayang

2.Sunyi itu adalah sinar mlm dr bulan turun ke wajahmu, dan kau berpaling enggan lalu berbayang di redup matamu.

3.Sunyi itu adalah titis titis air mata, yang bergenang di telapak tanganku, kubuat siram pohon cinta kita yang telah layu.

4.Sunyi itu adalah pasir pasir rindu ditanah tandus, seribu tahun aku berhuma,sebatang cinta pun enggan tumbuh.

5.Sunyi adalah perahuku yang telah patah dayung cintanya, lalu karam di lautan rindu yang paling dalam.

6.Sepi itu adalah bila kau berpura pura buta, saat terpandang mantanmu dikelek orang, sedang kau masih mengemis cintanya.

7.Sepi itu adalah liku liku sungai hidup, yang lama kering airnya dek kemarau cinta.

8.Sepi itu adalah saat melangkah ke kubur cinta, yang pada nisannya, tercatit epitaph namamu sendiri.








#bait bait puisi dalam mengenang cinta yang tidak kesampaian. dinukilkan dalam bentuk teks yang terpost di twitter lara. selamat berkasih sayang. hidup ini terlalu singkat untuk dibazirkan dengan mengenang segala rusuh di jiwa. tapi berbaloi di nikmati dalam bentuk puisi. semoga terhibur.

    
2 komen

5.11.10

embun yang hilang

Sendirian aku mendakap malam
Dalam dingin mimpi bertemu bulan
Aku telah bertemu kamu

Walau apa pun kiasku
Hatimu teguh di bintang itu
Yang selamanya milik dia

Secerah kerdip senyum nya
Kamu berdua memang sepadan
Aku ini yang tak tahu malu

Lalu jadilah aku hanya embun
Yang menanti datang pagi
Untuk hilang dan abadi
8 komen

14.10.10

arca rindu di gudang mimpi




berhari-hari ku ukir rindu
dari helai-helai kenangan kita
yang tersudut lelah di gudang mimpi
sambil menanti dengan sabar dan percaya
pada saat bertuah itu
saat kau mungkin terjaga

tataplah ia
dan benarkan ke hatimu
bahawa arca rindu ini
telah terkalung sejumlah kata-kata jujur
fragmen puisi murah berhias frasa cinta
ku pahatkan saat bulan menari angin menyanyi

sehingga waktu itu
bila kau benar-benar terjaga dan yakin mahu
kembaralah ke sini
ke gudang mimpi-mimpiku
dimana ia telah abadi
terpamirkan lewat tingkap-tingkap kaca
di himpunan walang dan sekian gundah jiwaku

saat kau ketemukan
genggamlah ia
dan jangan pernah lepas
kerna sesungguhnya arca itu
dari aku hanya untukmu.
6 komen

10.7.10

bulan dan bintang cinta



bulan itu bulan kita
tersipu ia di balik awan kelabu
tak segan pula memalit sinar di hening wajahmu
tatkala kau terleka merenung takdir
pada kerdip bintang-bintang yang jauh
aku di tingkap mimpi
terdengar mereka nyanyi
senandung cinta kita
dan dalam dingin embun malam itu
kita pun terlena
nun di awan
bulan dan bintang sama tersenyum
cahaya mereka selimut kita..
4 komen

14.4.10

sajak aku

aku perantau tiada kampung
asalku dari tanah
maka tanah lah kampungku


aku pengemis cinta
dari dia ku kenal rindu
tapi sayang dia tak kenal aku


aku kasihkan haiwan
anjing itu ku beri makan
ketempat kerja di temannya aku


aku pengagum setia
the pianist ulung mr.brody
oh!dalam mimpi selalu ketemu
0 komen

8.4.10

malam berdarah merah

kukira malam itu malam bertuah
hujan masih bersyair indah
aku di kamar sendirian
resah menunggu utusan
dari pipit kesayangan
terbangkan aku khabar riang

. . .

dan sepertiga malam aku sendirian
di kamar menunggu pipit sayang
pipitku lalu datang
ah!pipitku berdarah!
Achtung!
simpang siur peluru Hitler
3 bidik 2 tepat
katanya memercikkan merah
kata pipit
"wahai teman,setan kau tewas lagi"
jadi apa perlu aku muram
andai yang rebah itu setan jua

pipitku lalu pulang.

malam itu bukan malam bertuah
tapi malam berdarah.merah.

*kamarku 8/4
3 komen

31.1.10

Lagu Tuhan


menjelang senja ini
dalam sayup lagu tuhan
bergema memanggil aku pulang
dari 1400 tahun berlalu
masih melodi dan lirik itu
telah aku hafal
bersama-sama
hadir tenang dan sunyi
menyahut panggilanNya
agar sujud ku tetap pada waktu
0 komen

30.1.10

hakikat

(semalam tidurku tak berapa nyenyak... lalu...terkenang2 lah aku...puisi ini untuk diri...untuk jiwa2 yang mungkin mengerti)


rindu itu hakikat,
sunyi itu hakikat,
cinta itu mukjizat,
dalam suram dalam kelam jiwa manusia-manusia,
manusia yang lupa,
manusia yang buta,

kerna manusia juga hakikat,
kerna kelupaan juga hakikat,
kerna suram kelam jiwa ini juga hakikat,

maka,
jadilah kita hanya,
butir-butir debu,
dalam kontang lopak-lopak hidup,
di mata tuhan menyusur ni'mat,
ni'mat cinta,sunyi dan rindu,
ni'mat-ni'mat yang tak pernah berkat,

dan,
di penamat yang pasti itu,
tetaplah kita hanya debu,
hanya itu.
2 komen