Damai petang Rabiulthani
Tersimpuh aku di bawah redup kemboja
Lama di keteduhan itu
Perlahan-lahan ku lagukan
Baris-baris syair dari tuhan
Sedingin makna embun subuh itu
Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam
Semilir petang meniupkan harumnya
Bersama-sama harum kemboja
Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh
Untuk yang tercinta
Antara yang sudah
Kutamatkan syair itu
Dalam penantian dan persoalan
Akan bila pula saat untukku?
