Showing posts with label titis hujan. Show all posts
Showing posts with label titis hujan. Show all posts

8.6.10

redup rabiulthani

Damai petang Rabiulthani

Tersimpuh aku di bawah redup kemboja

Lama di keteduhan itu

Perlahan-lahan ku lagukan

Baris-baris syair dari tuhan

Sedingin makna embun subuh itu

Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam

Semilir petang meniupkan harumnya

Bersama-sama harum kemboja

Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh

Untuk yang tercinta

Antara yang sudah

Kutamatkan syair itu

Dalam penantian dan persoalan

Akan bila pula saat untukku?

1 komen

8.4.10

malam berdarah merah

kukira malam itu malam bertuah
hujan masih bersyair indah
aku di kamar sendirian
resah menunggu utusan
dari pipit kesayangan
terbangkan aku khabar riang

. . .

dan sepertiga malam aku sendirian
di kamar menunggu pipit sayang
pipitku lalu datang
ah!pipitku berdarah!
Achtung!
simpang siur peluru Hitler
3 bidik 2 tepat
katanya memercikkan merah
kata pipit
"wahai teman,setan kau tewas lagi"
jadi apa perlu aku muram
andai yang rebah itu setan jua

pipitku lalu pulang.

malam itu bukan malam bertuah
tapi malam berdarah.merah.

*kamarku 8/4
3 komen

raining day

when the rain is pouring down,
someone's heart is crying so,
may the rain all night it goes,
then my heart could beating slow.

whatever.what i want is you.
0 komen

17.3.10

terang waktu


Terang pagi ini,
dibawah kemilau titik-titik embun kelmarin,
di atas hijau daun,mekar bunga dan berkas2 dahan,

dalam dingin awal januari,
dalam lelah musim berganti,
dalam sabar putaran waktu,
dalam kenangan masa-masa yang dulu,

Ah!pantas amat ia berlalu
tapi aku?
mengapa masih disini?
mengapa masih begitu?
0 komen

31.1.10

Pagi yang sakit




pagi ini pagi yang sakit

dan berkelana lah aku di atas rimbun awan kelabu
dari titis-titis embun kelmarin
dan air mata duka


dan di bawah
sayup hijau basah bumi tuhan
dan pagi ini seperti pagi-pagi yang lain
tikus berkejaran riang antara reroda rapuh
pipit berkiung girang antara bebukit merah
sang kucing masih enak di sangkar mimpi


dan di sini
tika semut gula nya diambil orang
pantas teh itu kubancuh,perlahan
dengan sisa2 airmata duka
dengan iringan sayup doa
moga pagi ini tidak lagi sakit


ia bisa sembuh
kerna sesungguhnya
yang sakit itu adalah aku...
0 komen