Sebotol Skol memang pahit, baby
berkali kuteguk buih berduri
tapi takseperit mereguk engkau
bisa yang meluluhlantakkan hati
like, literally.
Segulung ganja takjadikan aku stoner, baby
tapi since asapnya asyik menjelma muka kau
yang non-stop laughing at me
aku fikir lebih baik hisap kretek
dihinggap kanser
lalu mati.
Setiub batu made in Kampung Baru, baby
ku seru Ali bawa api
berkalih kaca kuhirup nafasmu
aku takhidup tapi aku takmati
I just feel like a zombie.
Sepaket heroin masih murah, baby
kalau tumpah pun aku takpeduli
yang mahal itu melupakanmu
aku butuh sepuluh paket lagi
biar O.D.
10.6.14
27.5.14
Perihal Puisi (iv)
Kadangkala Puisi pun penat menjadi puisi - yang selalu tak dimengerti
Sesekali ia mau bebas menjelma Kata - yang tak dibebankan makna
0
komen
Share to XShare to Facebook
Sesekali ia mau bebas menjelma Kata - yang tak dibebankan makna
puisi serupa :
perihal puisi
19.2.14
Masak Sepinggan Sajak
Penyajak itu menanak puisi - perutnya berbunyi, tubuh menggeletar kerana lapar.
Penyajak itu tidak peduli - kerana puisi, ia mengabaikan nasi di pinggan yang terbiar.
7.1.14
Percakapan Pagi (viii)
Kita sering memberi nama kepada perasaan yang kadangkala tak mengerti mengapa ia harus dinamakan
Sebab apa yang tak pernah disentuh kesedihan barangkali tak wujud, tinggallah hanya kita yang keliru;
mengapa begini?
mengapa begitu?
puisi serupa :
percakapan pagi
20.12.13
Perihal Puisi (i)
Demikian sebaris rahasia yang dapat kucedok dari serangkap prosa yang ditulis secara haste bahawa menulis sajak adalah cara mereka melupakan dengan tidak melupakan.
Lalu ada yang akan bertanya; "apakah syair itu hanyalah tentang rasa sakit dan kehilangan?"
Mereka tak mengiya tetapi tak jua menafikan sebab puisi bukan firman dan ia takpunya kebenaran untuk disampaikan. Hanya tinggal saja kau membacanya –terserah percaya atau enggan.
puisi serupa :
perihal puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)