Sebelum tercipta Nur
sebelum ada nabi nabi
sebelum wali wali
sebelum ahli politik
sebelum pengadu domba
sebelum semua
pekerjaan Tuhan
diam di Arasyh-Nya.
28.10.13
Selepas itu samsara.
3.10.13
Apa yang ada sesudah tiada.
Seorang politikus mati; mayat dirawat badan dikafan namun ruang solat sepi
Rakyat tidak peduli demikian dustanya menggali kubur sendiri..
Seorang pelacur mati; malaikat dengan santun menuntunnya ke suatu taman serupa syurga
Di pusaranya ada seekor anjing melolong hiba..
Seorang pelaut mati; angin dan laut yang purba akan saling mengucapkan eulogi
Seorang sahabat lama telah menemukan pelabuhannya yang abadi..
Seorang penyair mati; dan tak ada yang menangisi
Melainkan kata kata pada puisi itu yang tak akan pernah sempat ditulisnya lagi..
17.9.13
Klise
Seorang penyair merayakan kehilangan;
hal hal klise dalam sajak dan kehidupan.
Yang tak kau tau;
kesedihan
bukanlah sekadar patah perkataan
diraihnya demi mencukupkan sebaris kerinduan.
Lamp Post (i)
Kau jalan yang panjang, aku mengendarai nasib.
Yang tak kutahu;
rindu adalah tiang lampu
seberapa batu
listrik lindap dan aku ragu.
11.9.13
Secebis Tanah Hitam di Pinggir Laut Merah
yang dipeluk kejap seketika
sebelum senapang diacu ke kepala
oleh lawan berkulit kawan
Mesir telah lama berdarah.
Ketika Mubarak tak lagi diarak
tersingkir tersujud di kaki rakyat
yang kepala kepalanya pernah ia pijak
yang kaki tangannya pernah ia kerat
Mesir telah lama berdarah.
Ketika Sadat cuba menuai mimpi damai
lalu terasing dari kabilah sendiri
keseorangan melintasi perang enam hari
Mesir telah lama berdarah.
Ketika Firaun mengorbankan bayi bayi lelaki
dan memelihara Musa di istananya sendiri
lalu menemukan makamnya di tengah Laut Merah
Mesir telah lama berdarah.
Sebelum semuanya;
ketika Nil masih mengalir dari syurga
padang pasir adalah ladang kurma
di saat turunnya Adam serta Hawa
Mesir tanahnya penuh barkah.