Rinduku seperti habuk yang diterbangkan angin
dari ciuman puntung puntung rokok yang dingin
dan engkau adalah pahit nikotin
terhembus dari padam cinta kelmarin.
23.9.14
19.9.14
T408
Bangku bengkok, bocor atap besi pondok dan bas yang takjua bisa sampai -- seperti semalam, kita adalah perawi waktu (yang mencatat saat dengan taat) dan tik tok jam hanya tinggal dongeng pemunya mobil laju (yang buru buru seakan hari mau kiamat).
Taman Connaught,
Cheras
0
komen
Share to XShare to Facebook
Taman Connaught,
Cheras
8.9.14
Bunuh Diri
Bunuh diri memang memerlukan keberanian, kekasih
dan mencintaimu selalu cukup membunuhku
maka kerana itu aku sanggup mati seribu kali
maka keranamu aku berani hidup lebih lagi.
dan mencintaimu selalu cukup membunuhku
maka kerana itu aku sanggup mati seribu kali
maka keranamu aku berani hidup lebih lagi.
puisi serupa :
percakapan pagi
28.8.14
Oh Engkau (i)
Dari dada yang terkoyak sakit,
setelah membusung segala jerit
Akankah sudi engkau jahit,
segala bekas luka dan perit?
0
komen
Share to XShare to Facebook
setelah membusung segala jerit
Akankah sudi engkau jahit,
segala bekas luka dan perit?
puisi serupa :
percakapan pagi
23.8.14
Perempuankah, Malam Itu?
Kau nyenyak di dadanya - awan yang kapas. Berselimut hangat airmata. Mimpimu adalah dongengnya, sebelum pagi membuatmu lupa.
Subscribe to:
Posts (Atom)