13.3.25

Etcetera (i & ii) - Revisited

Etcetera (i) : Chandramukhi

Kata Chandramukhi; dia tak sekadar mencintai Devdas. Dia bahkan tak sekelumit ragu memuja lelaki malang itu. Sebegitu tulus Chandramukhi menekuni kata Nabi. Dalam baring menyantun kasih, ada tunduk menyembah budi. Alangkah, tinggal saja pelacur tak mungkin bersuami..


Etcetera (ii) : Paro

Kata Devdas; Paro menghidupinya, di setiap hangat helaan nafas. Pada Paro di suatu yang kelak, setelah jantung berhenti berdetak, gelaplah nyala seluruh cahaya. Akan kelam matanya, akan padam apinya - Vilakku suci buat kekasih taklagi terbakar abadi..

0 komen

Percakapan Pagi - Pengantin Malam (xv)

Barangkali kerana senjanya yang selalu lelah di dalam jingga - 

di langitnya yang sering suram dan sunyi bintang taklagi mengandaikan dewa dewa tinggal samar segugusan cahaya dan bengkok bulan yang purba

Bahkan pungguk pun membongkok bisu -

sesekali melolong hiba bukan lagi bernada angker malah ia terdengar sedang berduka namun siapalah yang mau bertanya?

Mungkin juga desah angin dini yang mengirim kantuk tapi terkadang memuput resah antara jaga - 

cukup sepotongan doa tidur yang pendek dan sederhana menyisipkan manis kedalam mimpi dan lenamu sesekali tetap menjelma ngeri tapi kau taklagi peduli bahkan telah terbiasa

Mungkin juga kerana butir embunnya yang dingin dan takzim itu atau gerimis yang menderap jatuh di sebentar subuh -

serupa tetes tetes tangis yang pantas merebakkan hiba dari lapukan ingatan lama

...

Nah, kukira di segala apa jua citra telah tak ada lagi keraguan, tinggal bertahan dan saling percaya -

bahwa semuanya telah memang menyimpan sengsara

maka dengan bersaksikan kebenaran itu, kupilih Malam sebagai pengantinku-!


K. Damn

0 komen

1.10.24

Jika Aku Begini, Tetapkah Engkau Begitu?

Jika pekat malam tanpa kerdip bintang itu adalah aku,
masih sudikah kau menjadi kelip kunang ku yang tulus cahayanya?

Jika gersang tanah di telapak kakimu itu adalah aku, 
masih inginkah kau menumbuhkan tunas tunas kasihmu di halamannya?

Jika hitam keruh air di muara itu adalah aku, 
masih mahukah kau melayarkan perahu cintamu di ombak dadanya?

Jika matiku di hujung dunia terbenamnya lahad itu,
masih tegakah kau mengharumi nisanku dengan air yang basah mawarnya?

Jika aku masih aku dan telah sebegini,
tetapkah engkau masih engkau dan kekal sebegitu?

Cheras | 27052017


0 komen

Menjawab Goenawan Membaca Don Quixote

Demikian katanya Goenawan;

"Tidurlah, Sancho, dengan dengkur yang sederhana. Kosmos telah melupakanmu. Tidurlah dengan mimpi yang tanpa arah, dengan lelap dalam sihir orang-orang yang tak berdaya. Tidurlah dengan ambisi yang mati. Kesabaran adalah mawar yang merambat, lumut yang tak takluk karena salju.Tidurlah untuk malam yang tak terulang lagi."

...

Ketidakberdayaan menghidupi
Seakan mati tetapi mimpi
Melepaskan ketidakpastian demi pengakuran akan hidup;
sebagaimana pun lelah, tetap 'kan menemu sudah
Tinggal saja bilanya entah
Maka Sancho, sebentar ini, tidurlah.

Cheras | June 2024

0 komen

30.9.24

Sublunary (ii)

Cabaran paling mengasak seorang gadis rider; bilamana jentera tanggal berderai, jiwa si gadis turut berkecai dan demikianlah dalam terusan membilang detik meniti hari menjelma bulan yang beredar menjadi tahun tahun gerhana yang takterhitungkan sampai kontang semangat, serupa takbernyawa, sebukan manusia, senafas ia sekayuh, menyabung nasib sehingga punah siuman, lalu di hujung pengakhir epilog seperti sebabak mimpi yang telah tertilik, gadis rider itu pun tersadai melarat di tepian jalanan - takterpungut, takterhiraukan, hitam terbakar, menyebati seperti hangit asap jentera yang dulu padanya serupa candu namun kini sekadar debu aspal yang jelik lagi menyebalkan.

Cheras | 01042023

0 komen