dengarkan angin itu
membisik sayu senandung cinta
pada hangatnya matahari yang mencium pipi
telah ia tersenyum dan berlalu pergi
tiga musim pelangi waktu ia kembali
tiga musim aku menanti
tabah memupuk membaja rindu
pada dingin bulan aku mengadu lelah
malam malam aku sendiri
rindu ku baja tak mungkin berbuah
matahari itu
si jalang bedebah