27.8.16

Two Wallflowers By The Window (i)

: TW Reincarnate

What is the catch?
He asked.

I've run out of twenty two tricks and you've caught me at the last (first) one.
I answered.

0 komen

21.6.16

Lelaki Pemberani Yang Menangis

: Bukan Tuah

Di hadapanku seorang teman dari balik secawan kesepian dalam seduhannya mencari cari entah apa
barangkali tak akan kupahami kesayuannya itu tetapi aku mengerti sakitnya ngilu;

Kubilang jangan takut menangis teman, kerana seorang lelaki pemberani pun memang bisa kalah
hey, kukira hidup bukanlah lawan untuk kau menangi, ia kawan yang mengajari tentang tahan bertabah.

Malayan Hainan Cafe | 191215

0 komen

Apa Yang Ada Sesudah Tiada - Airmas & Lara Nur





Apa Yang Ada Sesudah Tiada

Seorang politikus mati; mayat dirawat badan dikafan namun ruang solat sepi
Rakyat tidak peduli dibiar dustanya menggali kubur sendiri..

Seorang pelacur mati; malaikat dengan santun menuntunnya ke suatu taman serupa syurga
Di pusaranya ada seekor anjing melolong hiba..

Seorang pelaut mati; angin dan laut yang purba akan mengucapkan eulogi
Seorang sahabat lama telah menemukan pelabuhannya yang abadi..

Seorang penyair mati; dan tak ada yang menangisi
Melainkan kata kata pada puisi itu yang tak akan pernah ditulisnya lagi..



***Satu puisi pendek lara dengan empat stanza yang dimelodikan oleh seorang sahabat penyair yang amat berbakat; saudara Airmas. Inilah sajak pertama lara yang dibikin lagu dan dinyanyikan, and it's such a honour to have one of my poem sung like this, hey who wouldn't, right? Kepada Airmas, terima kasih sekali lagi for your great effort in creating this. (This piece at first was made in just under couple of hours, out of my own request to him to "songify" one of my poem and he chose this-!). I'm so very grateful and humbled, and I'll always treasure this. You're definitely one magnificent and talented songwriter, Airmas, you really are. So, guys hopefully you'll enjoy listening to the above video as much as I do. Apa Yang Ada Sesudah Tiada, click the play button and there you go..


0 komen

28.3.16

Un-masking Despair

0 komen

Eulogi Buat Nirwan

: Nirwan

Dari segala apa pun
yang sering aku kenangkan adalah kuntum senyummu
yang lemah dan selalu manis itu
lembut alun sibak rambutmu
berpendar cahaya
hitam bersulam harum zaitun
dan matamu yang memelihara derita
aku melihatnya serupa fajar pagi
kau buat basah dan penuh seri
ya, juga saat terakhir itu Nirwan
dingin genggam tanganmu juga tetap kuingat
serta kecup bibirmu yang pernah hangat pun tidak aku lupa;

Sebuah ketaatan
mimpi mimpi yang tak nyaris
menghapus dan hilang
Nirwan
kerana kau
rindu adalah serangkai ikebana di
makam cinta kita;

Jika mati
adalah jalan satu satunya
jalan terakhir
jalan yang ada
tak mengapa Nirwan
kerana telah ku wasiatkan
agar nanti kita tidur selahad;

Lalu kenangan pun mendebu
dalam musim yang tak mengenal hujan
sepasang daun kekeringan
gugur di pusara kita
dan cinta pun tak pernah
menumbuh lagi;

Setelah apa pun
aku tahu dan mengerti
dengan sesungguhnya
cinta bukanlah semata mata tentang kebersamaan
tapi matimu Nirwan
tak pernah adil untuk rinduku!

0 komen