16.10.14

Sajak Sebotol Air dan Sepasang Rayban Buat Tuan Wartawan

:Bukan Tuah

Aku melihat seorang wartawan dengan sekeping placard, berarak di jalan penuh semangat
Aku menyaksikan seorang teman melaungkan apa yang dia percayai, sampai ikut bangkit seisi negeri.

Aku melihat seorang wartawan meneriakkan total democracy, agar tak ada lagi tulisan tersekat
Aku menyaksikan seorang teman berpanas di bawah terik hari, agar tak ada rakannya dizalimi lagi.

Tekaknya perit melaungkan enggan kepada Akta Hasutan
kerana ketidakadilan memang takcukup sekadar ditentang dengan mata pena.

Matanya silau diterjah hangat hari di parlimen jalanan
kerana kebebasan memang takpercuma - ia harus dibeli dengan peluh dan teriakan suara.

(Untukmu tuan wartawan, inilah sajak sebotol air dan sepasang Rayban - sebagai pesan - agar taklupa kau bawa di lain perarakan. Ha!)
0 komen

23.9.14

Un-Lucky Strike

Rinduku seperti habuk yang diterbangkan angin
dari ciuman puntung puntung rokok yang dingin
dan engkau adalah pahit nikotin
terhembus dari padam api kelmarin.

0 komen

19.9.14

T408

Bangku bengkok, bocor atap besi pondok dan bas yang takjua bisa sampai -- seperti semalam, kita adalah perawi waktu (yang mencatat saat dengan taat) dan tik tok jam hanya tinggal dongeng pemunya mobil laju (yang buru buru seakan hari mau kiamat).


Taman Connaught,
Cheras
0 komen

8.9.14

Bunuh Diri

Bunuh diri memang memerlukan keberanian, sayang
dan mencintaimu selalu cukup membunuhku
maka kerana itu aku sanggup mati seribu kali
maka keranamu aku berani hidup lebih lagi.

0 komen

28.8.14

Oh Engkau (i)

Dari dada yang terkoyak sakit,
setelah membusung segala jerit
Akankah sudi engkau jahit,
segala bekas luka dan perit?

0 komen