19.4.17

Menjawab Goenawan Membaca Miguel

Demikian bicaramu;

Kuinginkan tubuhmu
dari zaman yang takpunya tanda
kecuali
warna sepia.*

...

Namun aku taklagi sepia
tubuh hitam lumpur yang sisa
akan masihkah berapi inginmu?
akan masihkah, kekasihku?

*Goenawan membaca Miguel, 1996

0 komen

6.3.17

Mampus Kau-!

Diketis ketis puntung surya dipikir pikir masuk kedalam lubang ashtray sekali rupanya terbang dibawa angin malam lalu merebak kebawah katil; di situ sisa sisa kerumitan dan takharum cengkih (bukan kanker tapi kesunyian) berkelahi mencari siapa lebih sengsara; gadis di atas katil itu atau mereka. Tapi radio menempelak dengan lagu lagu sehabis sayu (konon ia paling derita), dengan frasa frasa separa dangkal seolah olah Camus takpernah hidup. Gadis itu lalu menangis, airmatanya jadi habuk. Semua terdiam. (Terdengar kangker tertawa kepada sunyi ia berkata; "mampus kau!")

0 komen

1.2.17

Percakapan Pagi (xiv)

:

Seberapa lama kita mau mengaduh tentang hidup yang berantakan sia sia?
Sampai renta namun kita takmampu -
Tinggal kita jadi akur dan melupa dan lupa dan..


BMC | 10:18AM | 300117

0 komen