31.12.12

Belajar dari Pantun - Goenawan Mohamad


"‘Pembayang’ yang mengandung sesuatu yang ‘ditudung’ itu tak akan uzur sehabis  ‘maksud’ pantun itu muncul dan dikomunikasikan.  Itu sebabnya sebuah pantun akan dikenang bukan hanya karena maknanya. Sebuah pantun hidup terus justru karena ia lekat dengan ‘pembayang’ yang seakan-akan tak mempedulikan makna."

---

"Pemantun tak berada di sebuah ‘titik Archimides’ yang memungkinkannya memandang dunia dengan mata malaikat. Ia berbahasa bersama tubuhnya,  bersama hasrat-hasratnya, juga bersama pertautannya dengan manusia lain."

Lain lain;

Belajar dari Pantun - Goenawan Mohamad, @gm_gm

0 komen

19.12.12

Halima, Shulman, Goenawan dan Israel


Jika kau pernah renungkan wajah korban itu,
dan telah kau pikir sepenuhnya,
kau akan ingat ibumu di kamar gas,
dan kau akan dibebaskan dari alasan untuk bersenjata.

- Mahmoud Darwish kepada Parajurit Israel



Dari catatan Goenawan Mohamad, November 2012, Halima

0 komen

14.11.12

Sejambak kata tentang Nirwan

: Nirwan

Bacakanlah sajakku Nirwan, sejambak kata tentang angin, kunang dan bulan, juga sedikit cerita kita. Pejamkan matamu dan bacalah ia Nirwan;

Lembut desir angin petang, pada daun dan rumput ilalang, tak lebih lembut dari tutur suara mu, Nirwan. Yang bahkan selalu merdu, menenteramkan hati dan memberi nyaman;

Tawamu bagai denting piano, Nirwan, yang pernah kau mainkan senota dua di hari keraian ulangtahun seorang gadis muda. Begitu riangnya, pun begitu hiba;

Tuhan, akhirnya ku yakin syurgamu itu memang nyata ada. Ya, syurga itu adalah redup renung matamu Nirwan, yang selalu lembut, penuh cahaya.


Published with Blogger-droid v1.7.4
2 komen

12.11.12

Sepotong Puisi dan Sebaris Doa

     Kematian adalah janji tuhan. Tuhan tak pernah mungkir janji, lalu kematian adalah pasti. Tiada bantah lagi. Kematian yang baik adalah yang dialu alukan dengan senyum dan lapang dada. Ironi. Biar yang ditinggalkan pastilah kedukaan dan air mata. Menderita sakit yang lama dan gampang sembuh lagi. Itu antara impian lara. Impian tentang harus bagaimana lara mahu mati. Impian terakhir sebelum meninggalkan dunia. Dan semoga mati lara adalah mati yang tidak sia sia. Mati namun terus diingati. Dan lara amat berharap lara diingati kerana belas ihsan dan puisi puisi. Lara jua sangat mempercayai doa, lalu mengingati kata Goenawan Mohamad, "puisi juga adalah doa". Maka, kelak bila diri ini sudah tiada lagi, kasihanilah lara dengan membaca paling tidak sepotong puisi lara yang paling anda suka. Nikmati dan percayalah ia, demi berbuat demikian bermakna anda juga mendoakan lara. Sepotong puisi yang anda baca untuk sebaris doa yang lara terima. Hanya terima kasih untuk itu dan semoga kita dapat berjumpa di suatu saat keabadian dengan lara memakai kalung doa yang telah anda kirimkan lewat puisi yang telah dibacakan.

0 komen

4.11.12

Beberapa Baris Sajak Tentang Haiwan, Cinta dan Kehidupan


   Siput itu tahu takdirnya merangkak di seperpanjang batuan jalan. Ia tidak putus asa atau merasa lelah sia sia. Demi kekasihnya telah menunggu di lain zaman dengan segala ketabahan.

  Lebahpun melabuhkan punggungnya; mengalah, mengeluh. Mawar telah enggan mekar dan musim tetaplah berlalu tak memperdulikan waktu.

  Melompatlah Belalang! Melewati padang, merentas rumput dan hijau ilalang. Sekuntum Peoni telah menunggumu, di bibir jendela di dalam ungu.

   Hujan akan langsai dan yang mekar adalah Teratai. Kolam sentiasa menakung rindu. Wahai Katak, terjunlah kedalam mimpi mimpimu, sebelum musim menjadi zalim dan Teratai berubah layu.

   Kelkatu itupun tunduk menyerah di kaki lilin; yang sama menangis kerna tak upayanya mereka. Harus bagaimana memeluk kekasih dengan tidak turut membakarnya?

--------------------------------------------------

Mengingati Kobayashi Issa, satu haikunya yang amat lara suka;

.入相は蛙の目にも涙哉
iriai wa kawazu no me ni mo namida kana

sunset --
tears shine in a frog's eyes
too

1805

0 komen

4.10.12

Walau - Sutardji Calzoum Bachri

walau penyair besar
takkan sampai sebatas allah

dulu pernah kuminta tuhan
dalam diri
sekarang tak

kalau mati
mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat

jiwa membumbung dalam baris sajak
tujuh puncak membilang bilang
nyeri hari mengucap ucap
di butir pasir kutulis rindu rindu

walau huruf habislah sudah
alifbataku belum sebatas allah.

Sutardji Calzoum Bachri
1979

0 komen

29.9.12

Ruang Renung Hasan Aspahani


Ruang Renung #255


"APA yang harus ada di kepala saat seseorang menulis puisi? Apakah ia harus menentukan ia hendak menulis sajak liris atau sajak protes? Apakah ia hendak menulis untuk dirinya sendiri atau untuk siapa yang kelak membaca sajaknya? Apakah ia harus menimbang-nimbang apa kelak reaksi pembaca atas sajaknya? Apakah ia harus menimbang apakah sajaknya nanti membuatnya masuk penjara? 

Saya bilang, lupakan saja semua itu. Menulislah saja tanpa beban. Ingat, menulis adalah bagian dari upaya kita mencintai puisi. Maka, menulislah seakan hanya ada kau dan puisi. Layanilah kehendak puisi dengan sebaik-baiknya. Puaskanlah puisi. Menulislah tanpa peduli siapa dirimu dan bahkan saat itu lupakan saja apa itu puisi."

- Hasan Aspahani

0 komen

24.9.12

Kelompok Doa Pagi September Dua Puluh Empat

Pagi ini kelihatannya banyak sekali doa doa bergantungan, berlegaran lemah di dada langit; yang terbang malam semalam tapi tak ketemukan jalan menuju tuhan. Barangkali dari tuhan tiada permisi dan bertemu mereka ia enggan atau langit sengaja dengki dan tidak mahu memberi jalan? Kelompok doa itu pula ada yang warnanya merah berbelang putih, ada yang hitam dengan cop meriam, bahkan ada doa yang sewarna langit. Milik siapakah agaknya doa doa itu?

0 komen

18.9.12

Apa Khabar, Tiang Lampu?

Selamat petang, tiang lampu.
Di sisi jalan berdebu, engkau tunduk malu malu atau sebenarnya engkau penat?
Wahai, apa mentolmu sihat?
Cahayanya masih cerah atau samar pucat?
Lihat engkau, badanmu berkarat
Semoga cuaca kasihan padamu dan dia redup redup selalu
Aku? Ah, aku masih aja seperti dulu
Makanku tak ada berlebih, sakitku tak ada berkurang
Perit perih binatang terbuang, hitam dan dibenci orang
Tak mengapalah tiang lampu, angin pun sudah menyonsang petang, sekejap lagi matahari hilang
Aku tak bisa berlama lama, ada sampah perlu ku hadam, ada bangkai perlu ku tanam
Dan dengan itu, selamat tinggal tiang lampu
Jagalah diri, aku terbang dulu
Semoga nanti  kita akan bertanya khabar lagi.

1 komen

16.9.12

Apa Khabar, Hujan?

Selamat pagi hujan. Sudahkah engkau sarapan? Aku bukan bermimpi; kau nyata tiba sepagi ini, mau bertemu siapa? Jalan rumahku yang berdebu, rumput ilalangnya itu atau rindumu sebenarnya pada aku? Katakan hujan, tak perlu malu. Bahkan aku selalu suka mendengarkan rintik rintih rindumu itu. Kerna tahukah engkau hujan? akupun selalu mengingatimu. Iri pada layang layang, sesekali jatuh dengki pada kapal dan burung yang terbang. Ah, betapa bodohnya, betapa aku menjadi bukan bukan, aku cemburu pada mereka yang mudah mudah dekat padamu. Kerana aku, hanya mampu memasang angan dan memandang ke langit berawan lalu berdoa; semoga engkau di atas tidak lupa dan lekas lekas jatuh ke pangkuan. Ah, dan kini akulah yang paling bahagia, hujan. Doaku dimakbul tuhan. Kau nyata, ada di depan mata, lalu diam lah di dalam dakapan. Saling bersuap suap sarapan dan barangkali menyambung mimpi kemudian...


0 komen

15.9.12

SKYJUICE DI #JBWRF

Silakan mencarinya kalau kalau anda kesana. Tanyakan pada saudara @fikrikacak, yang menjualnya juga yang membuatkan buku kecil ini berhasil; Skyjuice judulnya. Silakan membelinya kalau kalau anda dahaga. Terima kasih.

0 komen

13.9.12

Selamat Jam Bekerja

Selamat jam tujuh hampir separuh bukan lagi subuh. Lihat masa berkayuh, perlahan dan menjauh. Turunkanlah sauh, mimpi ini harus berlabuh.

Selamat jam lapan sudah suku hampir sembilan. Saya memulai pagi dengan menghirup pahit asap. Kopi tuan puan, manis, saya harap.

Selamat jam lapan begitu lambat mahu sembilan. Di pejabat ini saya hamba kerja. Kerusi dan meja menggelangi, pen dan kertas memerintahi; kerja harus siap kalau tidak nasi tak bersuap.

Selamat jam sepuluh saya kini berpeluh peluh. Hamba kerja di kubikel ini, saya dikerah membajak mimpi yang takkan saya tuai. Tuan puan, pun begitu?

Selamat jam dua belas lewat separuh hampir satu. Kerja bagai tak habis, tenaga makin menipis. Kepala saya rindukan nasi. Tuan puan, makan apa tengahari ini?

Selamat jam lapan lagi suku hampir sembilan. Kebahagiaan yang datang dari wang; darah dan daging tulang belulang, pun hancur saya tetap walang.

Selamat jam sembilan sudah separuh hampir sepuluh. Waktu tak menunggu, saya kelewatan. Kerja mengejek saya, katanya; "Gajimu sudah dipotong tuan!"

0 komen

5.7.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (xv)

Pada bundar mata dan jelinya, serupa...seperti apa itu penyajak sering menyebutnya? Oh ya, jernih air perigi. Tapi kau lebih asli lagi.

Barangkali yang diperlukan, adalah, hanyalah; sebuah pelukan. Wahai tuan, bermurah hatilah, cinta tak harus terusan bertingkah.

..lalu doa pun menggantungkan dirinya di ujung tali temali hati. Walau pada Nya telah ia sampai, tapi padamu ia tak mampu.

Barangkali yang retak itu adalah hati, bahawa padanya ada cinta yang tak sampai dan duka yang tak selesai. Wahai tuan, usahlah bermuram lagi, bukankah saya ada di sini?

Sebuah pagi, bundar mimpi yang takkan nyaris aku lupakan. Kerana kita adalah sepasang horizon; yang saling mengejar dan takkan terkejarkan.

Sudahnya, aku hanyalah sepotong doa yang tak pernah engkau lafazkan. Biar engkau adalah wirid yang tak pernah putus aku ratibkan.

Langit menjemputnya pulang. Pada segala yang ada di antara aku dan syurga, engkaulah kampung halaman, tempat berdiam segala kenangan.

Selamat jalan kebahagiaan; engkau yang pernah bertandang ke laman hati kami. Dari tuhan engkau datang, kepada tuhan lah engkau kembali.

Published with Blogger-droid v2.0.4
0 komen

28.6.12

Pantun Untuk Kanda (viii)

Kalau tuan pergi seberang,
Carikan saya serunai buluh,
Kalau tuan hati tak tenang,
Aduhai saya lagi gemuruh.

Tuan bisu saya pun bisu,
Dengan mata kita bicara,
Tuan malu saya pun malu,
Adakah ini namanya cinta?

Sira gula kelapa kukur,
Hidang bersama ubi keladi,
Setia saya mustahil diukur,
Curang tidak sekali kali.

Dia mahu saya pun mahu,
Mana satu pilihan tuan?
Dia tunggu saya pun tunggu,
Silap pilih merana badan.

Ewahhh...!

Published with Blogger-droid v2.0.4
0 komen

14.6.12

Dengan Puisi Aku Abadi

Puisiku tak akan cukup membelikanku kain kafan maupun ukiran batu nisan. Puisiku juga tak akan cukup membayar upah si penggali kubur maupun kudapan sidang jenazah dengan bubur. Puisiku hanya bisa dibaca dan bila ada yang menangis kerananya, hidupku bertambah seratus ganda.

Published with Blogger-droid v2.0.4
2 komen

9.6.12

Beberapa baris kata tentang... cinta, lagi.

Pada akhirnya aku pun tak lagi tahu, langit atau lautkah yang biru itu? Cintamu membikin semuanya jadi jingga, hangat dan membara.


Kehadapan masa laluku, duka yang diam di jendela hati. Cinta hilang, rindu pulang, kekasih yang pergi takkan kembali.


Wahai kenangan yang malar, sepi mengakar, membuahkan rebak tangis di sepanjang musim. Mana dia si matahari ku, mana?


Sepi mengguris guris bagai kaca menuris hati. Siapa yang mau merawat lukaku? Duka yang tak pernah habis itu, berdarah di seperpanjang rindu?


Engkau kini cermin nestapa. Memantul sunyi, sakit dan bongkok terbeban duka. Aku, jadilah bayang, yang tak lagi mengenal cahaya.


Published with Blogger-droid v2.0.4
1 komen

29.5.12

Pantun Untuk Kanda (vii)

Habis pulut hidangkan nasi,
Makan dengan ulam pegaga,
Manis mulut berdagang janji,
Cinta kuharap rupanya tiada.

Pohon kelapa akarnya reput,
Tunggu waktu rebah ke bumi,
Bahkan cinta bertarikh luput,
Dulu mahu sekarang benci.

Ewahhh..!

0 komen

20.5.12

Pantun Untuk Kanda (vi)

Daun pandan daun selasih,
Ada sagu dibuat bubur,
Saat terpandang mantan kekasih,
Jantung berdegup rasa nak gugur.

Anak dara berbaju kebaya,
Santun pekerti bertambah ayu,
Kalau cinta sudah tiada,
Apalah lagi hendak kurayu.

Ewahhh!

2 komen

19.5.12

Serangkap Sajak Sepi

Duka ini, adalah anak anak sepi. Pada rumah sebuah puisi, diam mereka di tangga kata serangkap nestapa. Penyajak itu tidak lagi tahu bagaimana mahu mengeja bahagia..

0 komen

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (xiv)

Lalu yang jatuh sakit adalah hati, cinta yang tak ketahuan pergi meninggalkannya sendiri sendiri. Sebegitukah mudah, aku kau anggap sekedar tempat bersinggah?

0 komen

5.5.12

Maggie VS Johnny's & Everything Shitty In Between

I've had maggie
You've got Johnny's
I've had bundle tee
You've got Zara in skinny
This is my harsh reality
You pampered princess
Your life's so easy
Sad and hungry
A combination that so not gonna destroy me
Infact, we're friends so dear
Friends won't betray each other
Bites of hunger never bleed neither hurt
Infact, it stays with me
In rough times of pain and agony
Look at that
Rich kids seen everywhere
At Pavilion, Star Hill in designer wear
Flaunting money their papa got
Riding cars their mama bought
While I'm sittin' in this shitty bus
Overworked, I looked so disgust
Back at home
I live by packets of instant craps
Yellowy bits of curly plastic carb
Who cares a lost little girl like me
Who has nothing but poems and lullaby
Tell me
How could a girl survive
In this mercilessly unfair world?
When everything she had
Shattered at the very threshold?
You know what?
Everytime I look at inside of me
I see death gleaming happily
I'm surprised for I often thought
Didn't death always looked gloomy?
Oh please
Do not say you know how I feel
You won't 'cause neither do I
A fate so cruel in a world so ill
So, just let me perish... and die.
0 komen

1.5.12

Sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (xiii)

Selamat subuh, kebahagiaan. Engkau yang bersujud di laman hati kami. Demi pagi yang selalu taat, tak lambat walau sesaat, dan kau masih aja ada di situ. Kami, sesungguhnya, adalah sepasang kekasih yang bersyukur.

0 komen

22.4.12

Sekalian Yang Sesat dan Sesal Yang Terlambat.

1. Saat kami bertukar angkuh, merasa diri paling sempurna, Engkau pun tersenyum dengan sinis lalu berkata, "Sudah cukup, sempurna." Lalu, kami pun jatuh ke kedalaman paling hina.

2. Wahai Muhammad, masih akankah kau menangis, mengenangkan kami umat kesayanganmu jadi begini? Masih akankah syafaatmu berhasil pada si sesat yang tak menemukan jalan taubat?

3. Tuhan, engkau sudah begitu jauh, engkau kini tidak peduli. Bahkan Kitab Suci tak ubah jadi sekadar cereka fiksi yang tersusun di rak rak paling sunyi.

4. Saat kami memilih untuk berpaling dari nur-Mu, tak sedetik pun nur itu terpadam dari hati. Bahkan sebenarnya, kami jualah yang telah sengaja membutakan mata hati kami sendiri.

Published with Blogger-droid v1.7.4
0 komen

13.4.12

Pantun Untuk Kanda (v)

Hendak dilurut padi sebatang,
Hendak ditampi beras sehuma,
Hendak kuturut cinta terlarang,
Hendak kulupa mati jalannya.

Daun mengkudu ulam pegaga,
Yang pahit kelat jadikan ubat,
Kasih dinda tiada batasnya,
Utara selatan timur ke barat.

ewahhh!
Published with Blogger-droid v1.7.4
2 komen

10.4.12

Berdagang Pantun (iv)


Sudah begitu takdirnya tuhan,
Sepasang kekasih tak dapat berjumpa,
Kupujuk hati rindu ku tahan,
Tertanya di sana adakah serupa?
- @lara_nur

Melayang pisau melekat dada,
Luka sembuh cuma sesaat,
Sayang bukan diada ada,
Cinta bukan dibuat buat.
- @Jimbotiram

***

Kucari teduh senja menanti,
Menunggu cerah malam nan panjang,
Lautan penuh cinta sejati,
Gunung terbelah memanggung sayang.
- @Jimbotiram

Indah senja merah lembayung,
Ombak tak jemu mendakap pantai,
Cinta dinda seteguh gunung,
Kasih melangit tidak tergapai.
- @lara_nur

Ewahhh!

***

0 komen

30.3.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (xii)

1. kebahagiaan juga milik embun dan pagi. bunga pun tersenyum, bikin lebah jadi rajin sekali. lalu aku terpikir, kebahagiaanku, bisakah datang darimu?

2. kesedihan juga milik bumi dan matahari. awan pun menangis, bulan nestapa di langit pilu. lalu aku terpikir, kesedihanku, adakah jua kedukaanmu?
0 komen

14.3.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (xi)

: Nirwan

1. Bacakanlah sajakku Nirwan, sejambak kata tentang angin, kunang dan bulan, juga sedikit cerita kita. Pejamkan matamu dan bacalah ia Nirwan.

2. Gerimis menggantung diri di ujung kelopak matamu. Nirwan, bibir ini tak tahu yang dikecupnya adalah asin hujan atau dukamu.

3. Cinta, seluas sebuah padang terbuka. Dalam mengejar engkau yang terjatuhnya adalah aku. Luka, rindu rindu yang sarat, parah dan melarat.

4. Langit pun bahkan tak tahu, yang terkandung oleh rahimnya adalah kesedihanku, yang kelak gugur kerana hilangnya engkau.

5. Di penghabisannya, cinta adalah - hanyalah debu debu yang ditepis dari ujung sepatu. Engkau angin liar, melayang sekedarnya dan berlalu.

***
3 komen

9.3.12

Pantun Untuk Kanda (iv)

1. tak ada gading tak retak,
   tanduk seladang lagikan bercabang,
   kalau hendak katakan hendak,
   bimbang hilang diambil orang.

2. karang melur buat hiasan,
   petik sekuntum selit di telinga,
   selayang pandang ke wajahmu tuan,
   hati berdetik cinta pun berbunga.

3. rendah rendang pohon ketapang,
   anak tupai terloncat loncat,
   mana abang kemana sayang?
   rindu adik makin memberat.

4. adik bimbang abang tak pulang,
   kemana pergi entah tak tahu,
   mungkin abang mungkinkah curang,
   diam diam kahwin lagi satu?


ewahhh!!
0 komen

8.3.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (x)

: Nirwan

cinta menyamar senja, melindap perlahan, merah lembayung dan membara - engkaukah itu yang melengkung manis di langit paling tepi?

memandang ke sirat kilat di langit paling jauh, dalam deras dengung hujan - yang paling aku ingat adalah engkau dan hangat sebuah pelukan.

0 komen

7.3.12

The Gardener, Verse XLVI - Rabindranath Tagore

You left me and went on your way.
I thought I should mourn for you and set your solitary image in my heart wrought in a golden song.
But ah, my evil fortune
Time is short.

Youth wanes year after year; the spring days are fugitive; the frail flowers die for nothing, and the wise man warns me that life is but a dewdrop on the lotus leaf.
Should I neglect all this to gaze after one who has turned her back on me?
That would be rude and foolish! 
For time is short.

Then, come, my rainy nights with pattering feet; smile, my golden autumn; come, careless April, scattering your kisses abroad.
You come, and you, and you also!
My loves, you know we are mortals.
Is it wise to break one's heart for the one who takes her heart away?
For time is short.

It is sweet to sit in a corner to muse and write in rhymes that you are all my world.
It is heroic to hug one's sorrow and determine not to be consoled.
But a fresh face peeps across my door and raise its eyes to my eyes.
I cannot but wipe away my tears and change the tune of my song.
For time is short. 




A beautiful verse indeed. One of my favorite. You can also listen to my amateurish recitation of this verse by clicking this player. Forgive me my silly pronunciation or whatever. Just.. enjoy it! 

***
0 komen

6.3.12

Sepi Itu Adalah... (ii)

  • sepi adalah helaian baju baju dan spenda  dalam mesin basuh yang kau lupa putarkan pagi tadi. 

  • sepi bagaikan nyala dapur paling biru, yang dirindunya ialah hitam bontot kuali itu. 

  • sepi adalah sayur bayam yang layu dalam peti sejuk paling bawah itu kerana kau sebenarnya lebih suka taugeh. 

  • sepi ibarat kueh kasui tanpa kelapa parut, alangkah manis tapi tiada berlemak.

  • sepi adalah lensa lensa kamera tanpa drybox, yang ada cuma fungus dan kulat cagu.

  • sepi ibarat ular sawa kekenyangan hamster. seminggu? dua minggu? terbelenggu lah ia jauh dari belaian dan suapan manja.

  • sepi ibarat himpunan kontena tanpa kren. terduduk terdiam tanpa haluan tak tahu kemana, akhirnya karat di pelabuhan.


Nota penulis: Yee, itula dia makna sebuah kesepian.

***
3 komen

3.3.12

Kehadapan Kekasihku Yang Tertunda (ii)

KEHADAPAN kekasihku yang tertunda, telah abadi kesesatan ini, lalu padamu mustahil akan aku sampai, kerana cinta aduhai terlalu misteri, teka teki yang takkan pernah selesai.


***
0 komen

29.2.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (ix)

jantung ini selalu tahu;
yang mendegupkannya adalah cinta
di tapak tangan mu jadi senjata
yang matinya adalah aku.

***
1 komen

27.2.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (viii)

hidupku tidak lagi malap
atau segenap yang aku bilang,
cintamu membikinnya berhasil
menjadi ganjil dan terang.

***
0 komen

25.2.12

A Sweet Poem For The Sweetest Person

You are my brown sugar
You are my yellow butter
You are so sweet and sincere
Like a rainbow in the clouds so bright
Gives colour to my hollow dull white.

Thank you for being so sweet!

***
0 komen

24.2.12

Pantun Untuk Kanda (iii)

1.  kebaya pahang selendang batik,
    gadis melayu anggun nan sopan,
    benarkah abang kasihkan adik,
    jujurkah rindu bukan lakonan?


2.  adik ini asalnya susah,
    hidup seorang tak siapa peduli,
    sanggupkah abang meredah payah,
    menanggung adik hingga ke mati?


3.  adik bukan memandang rupa,
    tidak juga pangkat dan harta,
    asalkan abang sanggup bersama,
    susah dan senang kita berdua.


4.  awan sudah jauh berarak,
    pagi pagi membawa hujan,
    janganlah awak jangan tak hendak,
    matilah saya mati beragan.


5.  petang petang bermain gasing,
    ada angin naikkan layang,
    sudahlah abang hentikan runsing,
    adik di sini masihkan sayang.


6.  terung pipit dibuat ulam,
    makan dengan sambal belacan,
    kasih adik amatlah dalam,
    tidak terjangkau sebelah tangan.


7.  bawa anak berkayuh sampan,
    sungai sedili deras arusnya,
    antara banyak gagah dan tampan,
    bertopi jerami pilihan saya.


    #ewahhh!


***
0 komen

14.2.12

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (vii)

pergilah dan usah kau berpaling lagi
cinta bagiku cukup sampai di sini.

sebagaimana aku gembira ketika ia datang
sebegitulah aku redha ketika ia hilang.


***
0 komen

11.2.12

Goodbye, My Darling

Darling
it's a one too cold night
please darling
come hug and hold me tight.

Darling
i wanna hear a lullaby
please darling
help me cease this cry?

Darling
i still can not sleep
please darling
i want a dream that deep.

Darling
o, why this sudden sour?
please darling
stay for a couple more hour.

Darling
i hope there is love for us
but darling
what all i got is lust.

Darling
this despair is too hard to bear
and darling
we must not but stop this affair.

Darling
whatever left only a memory
sure darling
to the grave that will i carry.

Goodbye my darling
hope all well for you
goodbye my darling
hope i'll find another you.



***
0 komen

10.2.12

A Wasted Heart

dear,
i am not happy
i am in misery
this love has taken its toll on me
this time everything is not as what it should be

my heart, 
once full of you
an image of i would never erase
with a smile that i thought would last forever
with a warmth of which i always treasure

but now,
like a piece of paper
crumpled
like a petal of flower
withered
so frail too fragile
upon see you it will no longer cry 
for what else left if all the tears have long gone dry?

say, 
how could you unbreak a heart?
no, you could not
for a heart once broken
it will forever shattered.

31.02.12


***
0 komen

8.2.12

seorang tua di tepi sebuah toko serbaneka

selapikan kotak
angin malam
di tepi sebuah toko serbaneka
ada neon bukan kunang
dan bintang gugur di matanya.

seorang tua itu mengerekot
menyulam mimpi antara tidur dan jaga
mimpi anak anaknya
yang semakin luput wajah dan suara.


***
0 komen

sepasang kekasih dan nota nota dari tuhan (vi)

setangkai mawar layu
surat terakhir
dan
serangkai rindu.

air mata telah lama kering
kekasih yang dilupakan itu adalah aku.
2 komen

9.1.12

Tunjukkan Aku Jalan Sajakmu!

Hendak bagaimana lagi mau kusajakkan rasa perit ini?
Habis tumpah segala kata dari dada ke atas kertas,
Masih juga rindu ini tak sirna bahkan menyesakkan lagi nafas!


***
0 komen