14.2.11

tentang sunyi dan tentang sepi.


1.Sunyi itu adalah epilog malam cinta berdarah. Sayapnya parah, ditikam curang kekasih tersayang

2.Sunyi itu adalah sinar mlm dr bulan turun ke wajahmu, dan kau berpaling enggan lalu berbayang di redup matamu.

3.Sunyi itu adalah titis titis air mata, yang bergenang di telapak tanganku, kubuat siram pohon cinta kita yang telah layu.

4.Sunyi itu adalah pasir pasir rindu ditanah tandus, seribu tahun aku berhuma,sebatang cinta pun enggan tumbuh.

5.Sunyi adalah perahuku yang telah patah dayung cintanya, lalu karam di lautan rindu yang paling dalam.

6.Sepi itu adalah bila kau berpura pura buta, saat terpandang mantanmu dikelek orang, sedang kau masih mengemis cintanya.

7.Sepi itu adalah liku liku sungai hidup, yang lama kering airnya dek kemarau cinta.

8.Sepi itu adalah saat melangkah ke kubur cinta, yang pada nisannya, tercatit epitaph namamu sendiri.








#bait bait puisi dalam mengenang cinta yang tidak kesampaian. dinukilkan dalam bentuk teks yang terpost di twitter lara. selamat berkasih sayang. hidup ini terlalu singkat untuk dibazirkan dengan mengenang segala rusuh di jiwa. tapi berbaloi di nikmati dalam bentuk puisi. semoga terhibur.

    

2 comments:

Thalut said...

sgt puitis...salam damai n toleransi utk awk gk

lara_nur said...

terima kasih my dear Thalut..komen kedua anda di blog puisi lara ni..