(mahu dengar?sila klik pada pembesar suaranya..)
There's a lady who's sure all that glitters is gold
And she's buying a stairway to heaven
When she gets there she knows, if the stores are all closed
With a word she can get what she came for
Ooh, ooh, and she's buying a stairway to heaven
There's a sign on the wall but she wants to be sure
'Cause you know sometimes words have two meanings
In a tree by the brook, there's a songbird who sings
Sometimes all of our thoughts are misleading
Ooh, it makes me wonder
Ooh, it makes me wonder
There's a feeling I get when I look to the west
And my spirit is crying for leaving
In my thoughts I have seen rings of smoke through the trees
And the voices of those who stand looking
and it makes me wonder
really makes me wonder
And it's whispered that soon if we all call the tune
Then the piper will lead us to reason
And a new day will dawn for those who stand long
And the forest will echo with laughter
GUITAR SOLO
If there's a bustle in your hedgerow, don't be alarmed now,
It's just a spring clean from the May Queen
Yes, there are two paths you can go by, but in the long run
There's still time to change the road you're on
Ooh, it makes me wonder
Ooh, Ooh, it makes me wonder
Your head is humming and it won't go, in case you don't know
The piper's calling you to join him
Dear lady, can't you hear the wind blow, and did you know
Your stairway lies on the whispering wind
GUITAR SOLO
And as we wind on down the road
Our shadows taller than our soul
There walks a lady we all know
Who shines white light and wants to show
How everything still turns to gold
And if you listen very hard
The tune will come to you at last
When all is one and one is all, yeah
To be a rock and not to roll.
And she's buying the stairway to heaven
**apa pun ia tetap muzik, melodi yang indah dan lirik yang juga indah dan yang paling penting lara sukakannya.
17.7.10
10.7.10
bulan dan bintang cinta
bulan itu bulan kita
tersipu ia di balik awan kelabu
tak segan pula memalit sinar di hening wajahmu
tatkala kau terleka merenung takdir
pada kerdip bintang-bintang yang jauh
aku di tingkap mimpi
terdengar mereka nyanyi
senandung cinta kita
dan dalam dingin embun malam itu
kita pun terlena
nun di awan
bulan dan bintang sama tersenyum
cahaya mereka selimut kita..
puisi serupa :
kenangan,
malam,
tentang cinta,
untuk kamu
24.6.10
ulangtahun diri

lima belas hari sudah berlalu
separuh purnama sejak dari hari istimewa itu
istimewakah? hanya hari ulangtahun
yang saban tahun biasa-biasa cuma
tanpa ucapan maupun kata-kata indah
tiada keknya atau lilin untuk ku tiup
apatah hadiah dari yang mungkin mengenang aku
hari aku
lalu ku sedar sendiri
siapalah diri untuk meminta yang itu
dan meminta yang ini
sedang diri bagai gelandangan
sekilas pandangan tak terkesan
lalu ku pujuk-pujuk jiwa
bukanku hampa malah jauh pula kecewa
kerna tahun depan mungkin ada
ya,optimis! jika tidak pun tahun seterusnya
namun,dari siapa?
ah tak ku harap
sekadar berangan
dalam pada berdoa sendiri
dalam sunyi menghitung detik-detik mendatang
andai jalan ku masih panjang
"wahai tuhan berkatilah,
di dunia ini,
biarlah aku bagai dilupakan,
ku harap Kau mengingatiku"
10.6.10
di bawah pohon kenangan dan tepian sungai yang keruh itu

di tepian sungai yang keruh itu
dalam sabar menanti
bersaksikan pohon kenangan kita
hijau nya telah pun mula pudar dan layu
ku lihat kau makin hanyut
ke muara ampangan yang jauh
yang air nya
sekeruh gelodak jiwaku kini
lelah hanyut kau ke muara tak bernama
meninggalkan aku sendirian
setia di tebing itu
setia mengharap kau ke sisi
namun
saat musim berganti
sungai kekeringan
pohon kenangan makin hilang keteduhan
aku kedinginan
kau tetap tidak kembali
akhir cerita
di bawah pohon kenangan yang sama
yang kini telah gugur daun malahan reput rantingnya
dan dalam penantian yang abadi
takdirnya terkuburlah aku di situ.
puisi serupa :
jiwa,
kenangan,
pokok,
tentang cinta,
tentang rindu
8.6.10
redup rabiulthani
Damai petang Rabiulthani
Tersimpuh aku di bawah redup kemboja
Lama di keteduhan itu
Perlahan-lahan ku lagukan
Baris-baris syair dari tuhan
Sedingin makna embun subuh itu
Meresap ia ke lubuk-lubuk yang dalam
Semilir petang meniupkan harumnya
Bersama-sama harum kemboja
Lalu menghilir pula ia ke benua-benua yang jauh
Untuk yang tercinta
Antara yang sudah
Kutamatkan syair itu
Dalam penantian dan persoalan
Akan bila pula saat untukku?
puisi serupa :
jiwa,
kenangan,
pokok,
tentang cinta,
tentang rindu,
titis hujan
Subscribe to:
Posts (Atom)

