21.8.15

Puisi Pun Pupus

Pada "mengapa" kami tertanya; ketika kami mengabaikan Kata dan melupakan Makna, benarkah kami turut membuat Puisi menangis?

(airmata itu adalah ikatan huruf huruf yang dulu kami jalin dengan sepenuh suka dan perasaan bangga namun kini telah melerai mati tinggal jadi puing puing prosa yang kami sendiri tak lagi mengerti mengapa kami membinanya dahulu)

Pada akhir baris tulis itu, yang ada hanyalah sebuah perenggan pendek bisu dan setelahnya, sebentuk "titik" yang menikam tajam segala ragu.

Demikianlah, Puisi pun pupus.

4 comments:

Agen Pulsa Online said...

Puisinya bagus,salut pokoknya, bisa sebagai bahan untuk belajar ni gan..
makasih banyak atas informasinya gan

Distributor Pulsa said...

Puisinya bagus bagus,salut pokoknya, bisa sebagai bahan untuk belajar ni gan..
makasih banyak atas informasinya gan,

Dewi Aja said...
This comment has been removed by the author.
Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)