Showing posts with label bila dahan sudah patah. Show all posts
Showing posts with label bila dahan sudah patah. Show all posts

10.6.11

si peniup seruling dan lagu sepinya yang abadi

pada tanah yang mengharum manis
benih itu menunggu aku memugarnya
katakan pada awan yang mengapas
turunkan lah sisa sisa hidup
agar benih itu menghirup nafas
tumbuh menjulang menjadi dia

akulah si peniup seruling daun itu
duduk di buai di dahan ku cinta
dan musim pun tak segan berganti
mentari masih disitu
bulan ku kenal kekal setia
tapi dia bukan mereka

lalang lalang  menakluk bumi
dia juga yang kecundangan
bila mati tak lagi memberi erti
yang tinggal kini cuma kenangan

seruling tak henti mengalun tangis
aku pun enggan meniupnya lagi
ku tanam rapat di tanah berkarat
bersama lagu menyisip lahad
  
jauh
jauh
jauh

jadilah dia hanya setunggul benih yang tak menumbuh lagi
dan aku si peniup seruling terus meniup sepi yang abadi


***

ini dibuat nyanyi. nyanyi spontan. di rembang jumaat. jadilah ini. kebenda tah. lara baca balik pun jadi blur.
0 komen

14.11.10

bila dahan sudah patah

Percayakah kau apa yang bakal ku katakan ini?
Pintaku kau dengar dahulu
Kerna momen momen luka ini
Mustahil tepat kau pragnoskan
Dengan skeptis biasa biasa
Dengan ucap kata kata

"Ahh mana mungkin begitu"

Hey!
Buka mata hati fikirmu
Jangan tolong jadi dungu
Egomu sikit pun tak membantu
Apa kau ingat kau jantan terbilang?
Bagiku kini kau akan ku buang

Ya dengarkan lagi
Buat kesekian kali
Aku akan pergi
Jauh jauh kenangan kian pudar
Manis katamu kini telah hambar

Ah
Dalam duduk sendiri
Membilang tasbih resah
Sesudah bayang hilang teduh
Kerna dahan sudah patah
Tapi ku yakin luka akan sembuh
Akhirnya kini aku pasrah
5 komen