30.11.10

pada hangatnya matahari yang mencium pipi

dengarkan angin itu
membisik sayu senandung cinta
pada hangatnya matahari yang mencium pipi
telah ia tersenyum dan berlalu pergi
tiga musim pelangi waktu ia kembali

tiga musim aku menanti
tabah memupuk membaja rindu
pada dingin bulan aku mengadu lelah
malam malam aku sendiri
rindu ku baja tak mungkin berbuah

matahari itu
si jalang bedebah

6 comments:

Anonymous said...

puisinya agak simple tapi maksudnya amat mndalam,nice~

azam said...

tulisan awk semakin baik, keep-it-up

lara_nur said...

terima kasih abang :)

Anonymous said...

tulis ADIK makin baik...eh silap,awak plak skrg..:)

Anonymous said...

awak..hadiah saya mananya awak?

Anonymous said...

gud gud gud...
Guuuuuuuuuuuud job