5.11.10

embun yang hilang

Sendirian aku mendakap malam
Dalam dingin mimpi bertemu bulan
Aku telah bertemu kamu

Walau apa pun kiasku
Hatimu teguh di bintang itu
Yang selamanya milik dia

Secerah kerdip senyum nya
Kamu berdua memang sepadan
Aku ini yang tak tahu malu

Lalu jadilah aku hanya embun
Yang menanti datang pagi
Untuk hilang dan abadi

9 comments:

Anonymous said...

apa ke pesen poet ni...
penin dah aih...
kekekekelanggula....

lara_nur said...

kehkehkeh

ini la poet penyegan nama dia.

Anonymous said...

jaaaangan segan2 la anak pakngah yer...

oooooooooopsss.........!!

Anonymous said...

pling!

lara_nur said...

Abgusni tak paham.sbb bukan jiwa abg abgusni..

cagaralam said...

blog lara telah dipautkan ke http://cagaralamaya.blogspot.com Tq

lara_nur said...

oh iya? Terima kasih. Blog picisan pun ada yang terpaut ya.hehe

Ok.ok.serius sikit.

Orang memberi kita merasa orang berbudi kita berbahasa.

Iya.cliche.tapi benar.

Jadi cagaralamaya sekarang adalah sebahagian blog perhatian lara.

Terima kasih sekali lagi.*senyum

Anonymous said...

embun akan hilang bila kena dek panas sang mentari...ia hanya seketika cuma untuk mlengkapkan kitaran alam..so,jika bkesempatan jenguklah ia seketika, smentara ianya hilang untuk selamanya..:)

cagaralam said...

blog lara telah dipautkan ke http://cagaralamaya.blogspot.com Tq