26.3.25

Percakapan Pagi (xii) - (revisited)

Sempit-! Semuanya sempit-! Hidup kalau mau diludah habis basah, pun dinding dinding ini peduli apa? Himpit-! Lagi terus himpit-! Biar belikat bertemu belikat. Biar rusuk bersilang rusuk. Biar bercerai pundak. Biar pecah kepala. Biar hancur daging. Biar berkecai semua-!

Dan di satu sudut berlendir itu, orang orang dalam kebingungan yang menjijikkan akan berpusu pusu menolak, menghinjak, berteriak; "Tuhan-! Tuhan-!". Sebentar saja tuan, tuhan sedang keluar. Lalu di hujung jeda terdengar satu pernyataan gumam dalam cemas;

"Eh, kalau darah memang merah, cuma tinggal saja hanyirnya... Allah-!"


K. Damn | 26032025

No comments: