26.3.25

Puisi Pun Pupus (revisited)

:

Pada Mengapa kami tertanya; ketika kami mengabaikan Kata dan melupakan Makna, benarkah kami turut membuat Puisi menangis?

(Kadangkala Puisi pun penat menjadi puisi - yang selalu tak dimengerti. Sesekali ia mau bebas menjelma Kata - yang tak dibebankan Makna)

Pada akhir baris Tulis itu, yang ada hanyalah sebuah perenggan pendek bisu dan setelahnya, sebentuk Titik yang menikam tajam segala ragu.

Demikianlah, Puisi pun pupus.

No comments: